Tulisan blog ini hanya perjalanan hidup...ambil manfaatnya saja..

  • Jalin silaturahmi memperlancar rejeki

  • Kerjasama adalah kunci kesuksesan

  • Pilihan terbaik dari hati nurani

  • Kuasai teknologi, dunia dalam genggaman

  • Hidup dibuat mudah

Sebelum Sesudah dan Penerapan Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara


Sebelum

    Sebelum mempelajari filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara, saya berpikir bahwa karakteristik siswa itu sama semua dalam penerapan metode pembelajaran. Siswa diibaratkan kertas kosong yang bisa dicorat-coret bebas oleh guru. Sehingga proses pembelajaran hanya berpusat pada guru atau teacher center. Guru sebagai satu-satunya sumber ilmu/ informasi. Saya juga berpikir bahwa siswa harus mempunyai standart yang sama dalam bidang akademik sehingga saya hanya mengejar nilai akademik tanpa memperdulikan minat dan bakat siswa selain akademik.

Setelah

1.   Setelah saya mempelajari dan memahami pemikiran Ki Hajar Dewantara, saya paham bahwa konsep yang selama ini saya pahami dan terapkan jauh dari benar dan masih banyak kekurangan maupun kekeliruan. 

    Pertama tujuan pendidikan itu tidak hanya mentransfer ilmu saja tetapi menuntun siswa untuk lebih meningkatkan minat dan bakat sesuai dengan karakteristik masing-masing. Hal ini diibaratkan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa siswa adalah kertas yang sudah ada garis samar-samar sehingga tugas guru adalah menuntun untuk menebalkan garis tersebut. 

     Kedua dalam proses pembelajaran harus mengetahui karakteristik, minat dan bakat siswa karena dalam pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam perubahan terdapat dua kodrat yaitu kodrat alam dimana siswa mempunyai karakteristik, sifat, minat dan bakat sehingga guru tidak bisa mengubahnya tetapi hanya menuntun dan mengawasi supaya tetap berada dijalur yang baik. Berikutnya kodrat zaman dimana guru memberikan metode dan media pembelajaran sesuai zamannya, dulu kita belajar dengan papan tulis dan kapur sekarang kita bisa menggunakan papan digital yang bisa dengan mudah mengakses berbagai media sehingga memfasilitasi berbagai gaya belajar siswa. 

    Ketiga penerapan prinsip tri loka yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Semboyan pendidikan ini sangat penting sekali karena sebagai guru tidak hanya mentransfer ilmu akademik tetapi harus memberikan contoh yang baik. Ada istilah guru digugu lan ditiru, guru tidak hanya didengarkan tetapi dicontoh siswa. Secara garis besar bahwa guru harus memfasilitasi proses pembelajaran dengan cara menuntun, mengawasi, dan mengontrol siswa supaya berjalan sesuai dengan kodrat alam dan zaman untuk mencapai kebahagian sendiri, negara dan alam. Hal ini digambarkan seperti murid sebagai bibit tanaman yang mempunyai karakteristik masing-masing yang harus dirawat, dipupuk dan dijaga sesuai porsinya masing-masing sehingga tumbuh sesuai kodratnya.

Penerapan

Setelah mengetahui dan memahami pemikiran Ki Hajar Dewantara, saya akan menerapkan pembelajari lebih baik dikelas antara lain.

  • Menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengna karakteristik anak yaitu mengadopsi sistem among dengan memberikan pembelajaran berbasis masalah sehingga siswa mengetahui permasalahan sosial di sekitar.
  • Menerapkan pembelajaran berbudaya dengan pendidikan karakter, saya akan mencoba membuat program kebiasaan baik di luar kelas contoh penerapan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) untuk melatih tanggungjawab dan pembiasaan sopan santun, sedangkan didalam kelas saat pembelajaran dengan diskusi kelompok dan presetasi hasil diskusi kelompok, kegiatan ini bertujuan untuk melatih kerjasama, percaya diri dan menghargai pendapat orang lain.
  • Memberikan wadah kreativitas seluas-luasnya dengan menyediakan berbagai ekstrakurikuler sehingga mendorong siswa untuk mengeksplore kreativitas dan membuat inovasi sesuai minat dan bakat masing-masing siswa.

    Berikut video penjelasan diatas, jangan lupa like dan subscribe


Share:

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan - 1


Perkenalkan nama saya Antok Gunawan PGP Angkatan 11 Kelas A kelompok 1. Saya bekerja menjadi guru di SMP N 1 Kretek. Tugas kali ini adalah membuat Jurnal Refleksi Dwi Mingguan-1.

 Perlu model refleksi yang tepat untuk membuat jurnal refleksi, berbagai macam model refleksi antara lain 4F, DEAL, Six Thinking Hats, 4C, 5R, Segitiga Refleksi, Discoll. Dalam penulisan jurnal dwi mingguan modul 1.1 saya menggunakan model refleksi 4F yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenawa yaitu

       1. Facts (Peristiwa)

Dua minggu telah berlalu dan selama mengikuti pelatihan program guru penggerak sangat menyenangkan sekali. Saya mendapatkan ilmu baru tentang filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara sebagai bapak pendidikan.

Ternyata selama ini saya belum pernah mengetahui konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara karena saya kuliah di ilmu komputer murni. Dengan mengikuti program guru penggerak saya dapat mengetahui konsep maupun pelaksanaan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara yang baik dalam proses mengajar di kelas.

Saya sangat beruntung mempunyai teman-teman dalam satu grup yang selalu mengingatkan, memberikan motivasi dan mendoakan untuk menyelesaikan tugas-tugas di LMS sesuai dengan deadline. Dengan semboyan berangkat bersama lulus bersama.

Saya merasa sangat kekurangan dalam mengikuti program guru penggerak. Saya belum pernah belajar tentang teori pembelajaran dan ini merupakan ilmu baru. Saya juga banyak pekerjaan selain mengajar dan wasit bolabasket sehingga saya belum bisa menentukan skala prioritas maupun mengatur waktu.

2.     2. Feelings (Perasaan)

Setelah mempelajari filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara saya merasa bahwa saya jauh bisa dikatakan sebagai guru karena dalam proses belajar mengajar tidak sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara.  Dulu saya beranggapan bahwa menjadi guru adalah mentransfer ilmu yang dibuku ke siswa tanpa harus mengetahui karakteristik siswa yang berbeda sehingga perlu metode pembelajaran yang berbeda.

3.    3. Findings (Pembelajaran)

Setelah mengikuti program guru penggerak saya belajar banyak hal baru tentang bagaimana cara menjadi pendidik yang menghambakan anak.

Hal yang saya temukan antara lain tujuan pendidikan, dasar pendidikan, sistem pendidikan, aktivitas pendidikan, ranah pendidikan dan masih banyak lagi. Dengan hal baru yang saya temukan saya bisa terapkan dalam proses pembelajaran saya sehingga lebih baik lagi.

4.     4. Future (Penerapan)

Penerapan yang bisa lakukan adalah mempersiapakan segala kebutuhan proses pembelajaran antara lain perangkat ajar, media pembelajaran yang sesuai karakteristik siswa, model pembelajaran yang akan digunakan, serta instrument penilaian. Ini bertujuan untuk proses belajar lebih menyenangkan, memberikan kebebasan dalam proses belajar, mengatur waktu sesuai dengan jam pelajaran, materi tersampaikan dengan baik.

Penerapan ini berdasarkan filosifi pendidikan tentang kodrat anak dan kodrat zaman.


Bagaimana cara upload Junal Dwi Mingguan?

1. Buka LMS dan klik Menu Semua Modul







2. Scroll kebawah sampai ketemu  dan klik menu Jurnal Refleksi Dwi Mingguan - 1







3. Klik Kerjakan untuk masuk menu upload

4. klik Upload File untuk memilih file dan mengupload dokumen

5. Klik Kumpulkan Tugas untuk mengirim file yang sudah di upload



Share:

SEMBOYAN PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA




Pendidikan adalah menuntun hidup tumbuh kembang anak dengan ilmu yang berfaedah untuk kehidupan baik lahir maupun batin dalam kehidupan bermasyarakat. Ki Hajar Dewantara mengemukakan tiga semboyan dasar pendidikan dalam bahasa jawa yaitu;

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha
Semboyan pertama adalah ing ngarsa sung tuladha yang apabila diartikan perkata adalah ing artinya "di", ngarsa artinya "depan", sung artinya "jadi" dan tuladha artinya "contoh/panutan". 
Sehingga pengertian dari Ing Ngarsa Sung Tuladha adalah didepan memberi contoh atau menjadi panutan. 
Sebagai guru maka kita harus memberikan contoh untuk siswa.

2. Ing Madya Mangun Karsa
Semboyan kedua adalah ing madya mangun karsa, yang diartikan perkata adalah ing artinya "di", madya artinya "tengah", mangun artinya "membangun", dan karsa artinya "kemauan, semangat atau niat".
Pengertian dari Ing Madya Mangun Karsa adalah ditengah memberi semangat. 
Sebagai guru bisa memberi atau membangkitkan semangat, kemauan siswa untuk selalu kreatif dan berinovatif.

3. Tut Wuri Handayani
Semboyan ketiga adalah tut wuri handayani, yang diartikan perkata adalah tut wuri artinya "dibelakang", dan handayani artinya "memberikan dorongan". 
Arti secara utuh dari Tut Wuri Handayani adalah dibelakang memberi dorongan. 
Sebagai guru atau pengajar di belakang harus memberi semangat dan dorongan kepada siswanya.


Share:

Mencetak buku di WORD/PDF (booklet)

Kegiatan guru selain mengajar juga dituntut untuk bisa menulis. Tulisan bapak/ibu guru bila mengingikan dapat dicetak menjadi buku. kita tidak perlu kepercetakan untuk membuat buku hasil karya kita sendiri. Mari kita langsung mencoba, siapkan :
Bahan :
1. File yang akan dijadikan buku
2. Kertas : cover (ivory/manila/dll), kertas hvs biasa
Alat
1. Laptop/Komputer dengan aplikasi office /pdfreader
2. Printer (saya menggunakan Epson L360)

Langkah-langkah
1. Pertama buka file yang akan dijadikan buku dengan office word/ pdfreader, disini saya menggunakan office word.
2. Kedua pastikan file sudah benar dan siap untuk dijadikan buku.
3. Klik file --> Print --> Pilih Printer --> Printer Properties
4. Seting printer untuk cetak booklet : 
    Document size (sesuaikan dengan ukuran kertas yang digunakan) --> 2-Sided Printing : Manual (Long-edge binding) -->klik Settings..--> 


Share:

Mengatasi not applicable for the main.dart configuration

Permasalah :
Tidak ada emulator yang terdeteksi di android studio untuk menjalankan program flutter

Solusi :
1. Menghapus file .idea di project
    a. close aplikasi android studio
    b. cari folder file project
    c. hapus folder. idea project flutter anda


2. Seting SDK di Project Struktur Android Studio
    a. Buka File project yang telah di hapus folder .idea tadi
    b. Klik File --> Project Strukture --> Project SDK -->Pilih sesuai yang ada --> OK











3. Alhamdulillah sudah bisa












Share:

Label

Total Tayangan Halaman

Recent Posts

Pengikut

Pengunjung Online